Covid-19 di Belu Telan Korban: Pemda Seolah Cuek dan Rumah Sakit Tutup, Komunitas Halo Aksi Damai Bawa Peti Jenazah

  • Bagikan

Atambua, GerbangIndo – Komunitas Halo Belu yang merupakan gabungan sejumlah elemen organisasi masyarakat dan organisasi mahasiswa (KOSGORO, MKGR, GMNI, AMPI dan Aliansi Pernuda) menggelar unjuk rasa (aksi damai), Sabtu (16/01/2021) sore.

Aksi damai sejumlah elemen itu dikemas dalam bentuk teatrikal dengan mengusung tema ”Matinya Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Belu“.

Nampak mereka mengenakan APD berupa baju hazmat dan membawa peti jenazah sambil menyalakan lilin di samping peti jenazah.

Selain itu, mereka juga membawa serta poster potongan tripleks bertuliskan “Matinya Gugus Tugas Covid Belu, Kami Berduka dan RIP Nurani Humanis”.

Peti jenazah yang dibawa sebagai pesan bahwa Negara dalam hal ini Pemerintah Daerah (Pemda) Belu melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu telah “Mati” sebagaimana tema yang diusung.

Aksi Damai Komunitas Halo Belu

Aksi teatrikal yang digelar sebagai wujud keprihatinan terhadap lonjakan kasus Covid-19 di kabupaten Belu itu dimulai sekitar pukul 16.35 Wita sore dengan titik star bundaran Gereja Katedral Atambua dan bergerak menuju simpang lima jantung kota Atambua.

Ketua Halo Belu selaku penanggungjawab aksi, Ivon Sulaiman menegaskan Covid-19 di Kabupaten Belu semakin mengganas dan telah memakan beberapa korban jiwa.

Meski wabah ganas itu sudah menelan nyawa masyarakat Belu kata Ivon, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu malah terkesan pasif, cuek, dan seolah olah menutup mata dengan ancaman penyakit mematikan yang sedang terjadi di tengah tengah masyarakat.

“Kehadiran negara lewat pemerintah daerah seperti tidak ada, negara tidak hadir di tengah-tengah penderitaan rakyatnya,” tandas Ivon dalam release yang diterima media ini disela-sela aksi damai.

Selain itu, Ivon menyayangkan kebijakan penutupan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua yang adalah milik Pemda Belu malah ditutup saat situasi seperti sekarang ini.

“Masyarakat menjadi panik dan bingung, mau kemana jika sakit. Sedangkan para pejabat dan elit politik masih merasa nyaman-nyaman saja dengan keadaaan ini seolah olah tidak terjadi apa-apa, tidak ada solusi konkrit bagi masyarakat,” tukasnya.

Selain menggelar aksi teatrikal, Komunitas Halo juga membacakan tuntutan mereka kepada Pemda Belu sekaligus mendeklarasikan diri bahwa dengan keterbatasan yang ada untuk menjadi Relawan Sosial guna membantu pemerintah, Masyarakat Kabupaten Belu dan mereka yang terpapar selama masa pandemi.

Adapun point tuntutan Komunitas Halo Belu diantaranya;

1. Mendesak Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Belu menjalankan fungsi dan tugasnya selama masa pandemi.

2. Mendesak Pemda Belu mengaktifkan fasilitas kesehatan Kabupaten Belu.

3. Mendesak Pemda Belu menyediakan tempat Karantina khusus bagi pasien yang terpapar Covid-19.

4. Mendesak Pemda Belu menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan.

[A01-Gin]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan