Cypri Temu Pertanyakan Kapasitas Novan Manafe di Pemda Belu dan Minta Belajar Tupoksi Dewan

  • Bagikan
Tangkapan layar postingan tudingan Novan Manafe di laman Facebook miliknya

Atambua, GerbangIndo – Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu mempertanyakan kapasitas kuasa hukum Paket Sahabat, Novan Manafe dalam urusan penyelenggaraan pemerintah daerah (Pemda) Belu.

Cypri Temu demikian akrab dikenal ini juga meminta Novan Manafe untuk belajar banyak tentang tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) seseorang sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Hal ini ditegaskan Cypri menanggapi komentar Novan Manafe melalui akun facebook miliknya terhadap pemberitaan media ini tentang agenda DPRD Belu untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Dinas Dukcapil kabupaten Belu terkait Data SIAK yang dijadikan sebagai alat bukti di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saya menjalankan tugas sebagai DPRD. Fungsi pengawasan terhadap penyelenggaran pemerintahan kabupaten Belu. Saya tidak kenal Novan Manafe ini orang dari mana, hubungannya juga tidak ada, terus dia koar-koar seolah-olah dia pengacara pemerintah. Ini Novan Manafe ini dari mana sebenarnya ini orang? Saya minta Novan Manafe belajar tambah dulu tugas dan fungsi Dewan itu. Kalau belum paham jangan komentar berkaitan dengan tugas DPRD,” tandas Cypri kepada media ini, Selasa (02/03/2021) pagi.

Politisi asal Partai NasDem ini sangat menyayangkan komentar liar Novan Manafe yang adalah seorang pengacara. Harusnya jika ingin berkomentar harus memahami regulasi yang ada.

“Komentar Novan Manafe itu harus merujuk pada regulasi, jangan sampai sebagai pengacara tidak ikut regulasi yang ada, ini sangat disayangkan. Jangan komentar di publik seperti cacing kepanasan, ini repot ini, jadi pengacara begini parah,” tukasnya.

Lebih lanjut terkait akses data SIAK, anggota DPRD Belu empat periode ini juga meminta Novan Manafe untuk baca regulasi seperti Permendagri nomor 102 tahun 2019 tentang pemberian hak akses dan pemanfaatan data kependudukan.

“Saya minta dia baca regulasi dulu, salah satunya Permendagri nomor 102 tahun 2019 dan regulasi pendukung lainnya baru komentar,” kata Cypri.

Harusnya tambah Cypri, sebagai pengacara Novan Manafe mengurus saksi dan mengecek kebenaran data yang dijadikan bahan keterangan untuk kesaksian di MK apakah data itu benar, valid atau tidak.

Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu/Foto: MP-Gerbang Indo

“Kemarin kita sudah RDP, dalam RDP tidak ada pemberian data kepada Siprianus Liem yang dia mengaku di MK, Dinas Dukcapil tidak memberikan data, data dari mana? Sebagai pengacara dia harusnya cek data yang diberikan Siprianus Liem yang dia bilang dapat dari Dinas Dukcapil, sementara Disdukcapil tidak pernah memberikan data, ini kan aneh dan lucu, memberikan ketrangan di MK tidak benar,” ujar Cypri.

“Ini kan kesaksian palsu, pengacara Novan Manafe kok membela orang yang memberikan data palsu. Jadi belajar lagi dulu soal hukum dan tugas dan fungsi DPR,” tutupnya.

Terpisah, kuasa hukum Paket Sahabat, Novan Manafe yang dikonfirmasi selama dua hari tidak merespon.

Pesan WhatsApp yang dikirim ke ponselnya nampak hanya diread (baca) namun Novan Manafe tak merespon.

Meski media ini hanya menanyakan apakah akun facebook atas nama Novan Manafe benar miliknya atau bukan pun Novan Manafe tak memberikan komentar.

Sebelumnya, Novan Manafe melalui Akun facebook (FB) miliknya menuding Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu terlibat dan mendukung kecurangan pada Pilkada Belu 2020 lalu .

Tudingan itu disampaikan dalam postingan laman facebooknya Jumat, (26/02/2021) menandai akun FB lainnya antara lain, Ferdy Pency yang juga kuasa hukum Paket Sahabat, serta delapan akun FB lainnya.

Dalam postingan tersebur, Novan Manafe menyertakan screenshot pemberitaan media ini yang memuat pernyataan dan foto Wakil Ketua II DPRD Belu tentang agenda DPRD Belu untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Dinas Dukcapil kabupaten Belu terkait Data SIAK yang dijadikan sebagai alat bukti di Mahkamah Konstitusi (MK).

Adapun judul berita yang di screenshoot yakni, “Data SIAK “bocor” di MK, DPRD Belu Geram dan Panggil Kadis Dukcapil”.

Postingan Novan Manafe menambahkan caption atau keterangan bahwa, “Pernyataan Cyprianus (Wakil Ketua DPRD Belu, red) ini menandakan bahwa dia bagian dari orang2 yang mendukung kecurangan dan memupuk kejahatan pada perhelatan Pilkada Belu 2020 lalu ..☝“.

[A01-Gin]

  • Bagikan