Refocusing Anggaran untuk Covid-19 Capai 100 M, DPRD Belu Agendakan Rakor Bersama TAPD

  • Bagikan
Wakil Ketua I DPRD Belu, Yohanes Jefry Nahak/Foto: MP-Gerbang Indo

Atambua, GerbangIndo – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Belu dikabarkan melakukan refocusing anggaran mencapai Rp. 100 milyar dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) di tahun 2021 ini.

Ratusan milyar anggaran hasil refocusing atau realokasi itu dilakukan Pemkab Belu untuk penanganan pandemi Covid-19 di wilayah tersebut.

Menanggapi kabar terkait refocusing APBD tahun 2021 yang mencapai Rp. 100 milyar tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belu akan mempertanyakannya kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kabupaten Belu.

Pasalnya, DPRD Belu baik secara kelembagaan maupun mitra pemerintah hingga saat ini belum mengetahui jumlah anggaran hasil refocusing yang dilakukan Pemkab Belu untuk penanganan Covid-19.

Demikian Wakil Ketua I DPRD Belu, Yohanes Jefry Nahak ketika dikomfirmasi media ini, Kamis (04/03/2021).

“Terkait dengan dana Covid-19 selama ini kita juga belum tau dana refocusing ini dari pos mana-mana dan diperuntukan untuk apa? Dari dinas mana-mana saja. Informasi yang kami dengar katanya 100 milyar,” ungkap Epy begitu akrab dikenal.

Secara kelembagaan kata Politisi asal partai Golkar ini bahwa, pimpinan dalam hal ini Ketua DPRD Belu sudah mengeluarkan undangan untuk digelar rapat koordinasi bersama TAPD sehingga pihaknya dapat mempertanyakan hasil refocusing dan penggunaan anggaran ratusan milyar tersebut.

“Sebagai Dewan kami juga harus mengetahui penggunaan anggaran, undangan sudah dikeluarkan oleh Ketua dan besok pagi (Jumat, 05/03/2021) kita rakor bersama TAPD,” katanya.

Menurut Ketua DPD Partai Golkar kabupaten ini bahwa selama ini sejak tahun 2020 lalu pihaknya tidak mengetahui penggunaan APBD Belu hasil refocusing khusus untuk penangananan Covid-19.

Harusnya tambah Epy, pihaknya perlu mengetahui penggunaan anggaran tersebut baik itu disampaikan secara resmi dalam rapat atau sidang paripurna maupun secara tertulis.

“Selama ini sejak tahun 2020 lalu penggunaan anggaran untuk penanganan Covid-19 Dewan tidak pernah tahu. Kami tahunya setelah ada pemberitaan di Media anggaran sekian-sekian. Harusnya kami juga perlu tahu baik disampaikan dalam paripurna maupun sekedar pembertahuan melalui surat atau secara tertulis,” pungkasnya.

Terpisah, Pj. Sekda Belu selaku Ketua TAPD kabupaten Belu juga menjabat Plh. Bupati Belu, Frans Manafe yang dikonfirmasi terkait refocusing anggaran mencapai Rp.100 milyar tersebut belum direspon.

Pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsAppnya sejak pagi nampak hanya diread namun tidak direspon hingga berita ini dirilis.

  • Bagikan