Diluncurkan Agustus, Warga Belu Nikmati Pelayanan Kesehatan Gratis Program Andalan AT-AHS

  • Bagikan
Bupati Belu didampingi Wakil Bupati Belu, Anggota DPRD Belu saat Kunker ke Tasifeto Timur, Selasa (15/06/2021)/Foto: Dok. Kominfo Belu

Atambua, GerbangIndo – Warga Kabupaten Belu akan menikmati pelayanan kesehatan gratis cukup menggunakan atau menunjukan e-KTP.

Pasalnya, program andalan Bupati Belu dr. Agustinus Taolin dan Wakil Bupati Belu Drs. Aloysius Haleserens (AT-AHS) di bidang kesehatan yakni pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Belu itu akan segera diluncurkan.

Peluncuran program kesehatan gratis hanya dengan menggunakan e-KTP ini akan dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Belu yang popular dikenal AT-AHS tepatnya pada 11 Agustus 2021 nanti.

Hal ini disampaikan Bupati Belu, dr. Agus Taolin saat kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan Tasifeto Timur, Selasa (15/06/2021).

Menurut Bupati, program pengobatan gratis akan diluncurkan 11 Agustus 2021. Saat ini pemerintah masih menyelesaikan dokumen RPJMD dan Peraturan Daerah (Perda) disampaikan untuk disahkan DPRD Belu.

“Paling lambat Perda disahkan pada Agustus 2021. Kita akan merevisi jadwal supaya dimajukan pengesahannya lebih awal sekitar minggu kedua Agustus. Kami akan koordinasi dengan DPRD supaya sidang dipercepat. Begitu selesai Perda ini, seluruh masyarakat Belu bisa berobat gratis sudah,” kata Bupati seperti dialnsir pos-kupang.com.

Dalam pelaksanaan program pengobatan gratis ini, masyarakat hanya menunjukkan KTP setiap kali berobat di fasilitas kesehatan yakni di rumah sakit umum daerah (RSUD) Atambua dan puskesmas.

Segala kebutuhan pasien seperti obat akan disediakan pemerintah baik di rumah sakit maupun di puskesmas. Untuk itu, ditegaskan kepada dokter, baik di rumah sakit maupun puskesmas agar tidak memberikan resep obat untuk dibeli di apotek luar rumah sakit.

“Dokter di RSUD Gabriel Manek, maupun di puskesmas tidak boleh tulis resep untuk pasien. Sebab semua tersedia di RSUD maupun puskesmas. Kalau saya temukan masyarakat berobat tapi bayar, maka dokter, direktur RSUD maupun kadis kesehatan wajib mengembalikan uang masyarakat,” tegas dokter ahli penyakit dalam ini.

Untuk mendapat pelayanan pengobatan gratis, masyarakat harus memiliki e-KTP. Camat dan kepala desa harus memfasilitasi masyarakat yang belum memiliki KTP. Jika camat dan kepala desa tidak sanggup mengurusnya maka kepala desa dan camat siap menanggung biaya pengobatan masyarakatnya.

Lanjut Bupati Agus Taolin, dirinya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri khususnya bagian dirjen kependudukan agar memberi kemudahan bagi masyarakat Kabupaten Belu untuk mempercepat kepemilikan e-KTP

Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Belu hingga 31 Desember 2020 menunjukkan, penduduk Kabupaten Belu yang memiliki e-KTP sebanyak 136.452 atau 84,96 persen dari jumlah wajib KTP sebanyak 160.610 jiwa.

Hadir mendampingi Bupati Belu dalam kunker tersebut, Wakil Bupati Belu Drs. Aloysius Haleserens, sejumlah Anggota DPRD Belu dan para pimpinan OPD lingkup Pemkab Belu.

Dalam agenda kunker itu, Bupati Agus Taolin bertemu dengan camat, para kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kantor Camat Tastim.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan