Belanja Lewat APBD Tidak Ditahan hingga Akhir Tahun 2021

  • Bagikan
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian

Jakarta, GerbangIndo – Belanja lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak ditahan hingga akhir tahun 2021.

Sebab, APBD harus dibelanjakan sesegera mungkin untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Hal ini ditegaskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dilansir dari laman resmi Kementerian Dalam Negeri, Selasa (15/06/2021).

“Belanja pemerintah ini, karena merupakan belanja utama maka jangan ditahan, harus direalisasikan, dibelanjakan,” tandas Tito.

Tito mengatakan, belanja pemerintah menjadi belanja utama untuk membuat survive-nya ekonomi baik pusat maupun daerah.

Lebih lanjut, Tito menuturkan belanja lewat APBD juga dapat memancing swasta untuk turut bergulir dalam pergerakan ekonomi.

“Kalau itu dilakukan, skenario itu (belanja akhir tahun), maka tidak akan bisa membuat ekonomi kita menjadi pulih dan bangkit melesat, sulit, karena belanja pemerintah di masa pandemi ini adalah belanja paling utama,” tuturnya.

Menurut Tito, konsumsi rumah tangga dan belanja masyarakat merupakan kontributor tertinggi dalam pertumbuhan ekonomi.

Ia berharap lewat dana yang diturunkan pemerintah melalui program kegiatan, dapat memicu peredaran uang di masyarakat yang berimplikasi pada peningkatan daya beli dan pertumbuhan ekonomi.

“Kalau seandainya programnya bisa dieksekusi, maka akan terjadi peredaran uang di masyarakat, menstimulasi swasta, dan ini peredaran uang dari pemerintah dan swasta bisa memperkuat konsumsi rumah tangga, daya beli masyarakat, dan ekonomi bisa pulih bisa bangkit bergerak,” ujarnya.

Eks Kapolri ini kemudian membeberkan realisasi belanja kabupaten/kota yang dinilainya masih rendah berdasarkan data per 11 Juni 2021.

Realisasi belanja provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia baru mencapai 24,41 persen, atau jika dirinci realisasi APBD provinsi sebesar 26,85 persen dan realisasi APBD kabupaten/kota sebesar 23,22 persen.

Padahal, menurut Tito, idealnya pada pertengahan tahun realisasi belanja daerah sudah mencapai minimal 40 hingga 50 persen.

Adapun pemerintah telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 sebesar lima persen meski pada kuartal pertama terkontraksi sebesar 0,74 persen.

Namun, sesuai dengan target pemerintah, pertumbuhan ekonomi akan naik di kuartal kedua dengan target pertumbuhan sebesar 7 persen.

Tito mengatakan, target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai apabila pemerintah pusat dan daerah bekerja sama dalam melakukan realisasi belanja agar pandemi Covid-19.

“Kita akan evaluasi terus, ini setiap minggu saya evaluasi, tolong belanjakan, buat eksekusi program, tapi program yang kalau bisa yang padat karya, yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” ucap Tito.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan