Hilang dari Rumah, Seorang Pria di Belu Ditemukan Tewas Gantung Diri

  • Bagikan
Korban saat ditemukan di TKP/Foto: ISTIMEWA

Atambua, GerbangIndo – Seorang pria asal warga Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu ditemukan tewas gantung diri.

Pria usia lanjut yang teridentifikasi bernama Bernadus Leo Ledo (63) itu ditemukan sudah tak bernyawa tergantung di pohon dengan sebuah tali yang terikat pada leher dan ranting kayu di dalam hutan Abat Sali, Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Senin [12/07/2021] sekira pukul 15.00 Wita.

Korban sebelumnya menghilang dari rumah tiga hari sebelum ditemukan sejak, Sabtu [10/07/2021].

Saat ditemukan, korban mengenakan baju kaos berkerak dan celana pendek. Sementara itu sebuah jaket milik korban terletak di dekat kakinya.

Penyidik Polres Belu yang tiba dilokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selesai olah TKP, dibantu keluarga jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Atambua.

Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh saat dikonfirmasi media membenarkan adanya penemuan jenazah seorang warga yang tewas gantung diri.

“Benar ada temuan gantung diri,” kata Kapolres Belu.

Kronologis

Sebelumnya, Kapolsek Tastim Ipda Helmi Widan menyampaikan, kronologis penemuan korban berawal ketika saksi Petronomonis Guteres yang berprofesi sebagai ojek tidak sengaja bertemu dengan saksi Moses Ghoe yang merupakan kerabat korban seraya menunjukan foto dan menyampaikan sedang mencari korban yang sudah tidak pulang sejak hari Sabtu 10 Juli kemarin.

Saksi Guteres menyampaikan bahwa dia sempat mengantar korban ke sekitar dusun Abatsali, Desa Umaklaran. Atas info tersebut kemudian kedua saksi langsung menuju ke TKP dan akhirnya menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung di pohon.

Terkait visum, jelas Helmi dari hasil visum luar mayat yang dilakukan oleh dokter tidak ditemukan luka atau memar lain pada tubuh korban selain bekas ikatan tali tersebut.

“Diduga kuat korban murni bunuh diri, karena ahli menyatakan demikian.
Pihak keluarga korban dan istri menolak untuk dilakukan autopsi mayat korban, dan untuk itu telah dibuat surat pernyataan penolakan autopsi dan penyidik membuat berita acaranya,” tutup Helmi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan