Isi Postingan 4 Akun Facebook yang Dipolisikan karena Diduga Menyerang Bupati Belu Belum Diketahui

  • Bagikan
Kapolres Belu, AKBP Yosep Krisbiyanto, S.I.K/Foto: NET

Atambua, GerbangIndo – Isi postingan atau unggahan diduga menyerang nama baik Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin dan Pemerintah Daerah (Pemda) Belu yang telah dilaporkan ke pihak Kepolisian Resort (Polres) Belu belum diketahui.

Kapolres Belu, AKBP Yosep Krisbiyanto, S.I.K membenarkan adanya laporan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin terhadap empat pengguna akun facebook lantaran diduga telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Bupati atau Pemerintah Daerah (Pemda) Belu.

Pihaknya jelas Kapolres, tengah mendalami laporan Bupati Belu melalui Bagian Hukum terhadap empat pengguna akun facebook tersebut.

“Terkait laporan tersebut kami Polres Belu sudah terima. Kami dalami dulu ya,” ungkap Kapolres melalui pesan WhatsAppnya, Jumat [24/09/2021].

Ditanya terkait isi postingan empat akun yang diduga telah menyerang dan menyebarkan informasi yang tidak benar terhadap Bupati atau Pemda Belu, Kapolres belum menyebutkannya.

“Nanti aja ya,” ujar Kapolres.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin melalui Bagian Hukum melaporkan empat akun facebook ke Polres Belu, Kamis [23/09/2021].

Keempat akun yang dipolisikan Pemda Belu diantaranya berinisial HCM, FP, GB dan DA.

Kabag Hukum Pemda Belu, Yani Lalo kepada gerbangindo.id menegaskan pihaknya melaporkan empat akun facebook tersebut lantaran diduga telah melakukan tindak pidana menyerang nama baik Bupati Belu.

“Iya, Pak Bupati ada perintah saya untuk buat laporan, pengaduan dugaan pidana karena banyak sekali akun-akun yang menyerang bupati, artinya ini dalam rangka juga mungkin pertimbangan beliau sebagai kepala daerah, sebagai bupati ya dalam rangka juga mau menertibkan akun-akun yang menyebarkan informasi yang tidak benar yang berdampak pada nama baik pemerintah,” kata Kabag Hukum melalui sambungan telepon selulernya, Kamis [23/09/2021] malam.

Dengan laporan ini jelas Yani, mungkin beliau (Bupati) berpikir bahwa ini juga salah satu cara agar menyadarkan masyarakat sehingga melek hukum terutama tentang UU ITE bagaima beretika dalam menggunakan media sosial.

“Empat akun yang dilaporkan HCM, FP dan dua akun palsu GB dan DA,” terang Yani.

Menurut Yani, laporan terhadap sejumlah akun facebook itu juga dilakukan untuk menjaga stabilitas politik, keamanan di daerah dan kenyamanan masyarakat.

“Ini juga memberikan keseimbangan atas serangan terhadap pemerintah daerah, tidak bermaksud apa-apa. Hanya mungkin ini pikiran besar beliau sebagai Bupati supaya membuat masyafakat tenang, tidak termakan dengan isu, sehingga masyarakat bisa tenang bekerja dan lain-lain,” pungkasnya.

Terkait isi postingan empat akun yang diduga telah menyerang dan menyebarkan informasi yang tidak benar terhadap Bupati atau Pemda Belu, Yani belum menyebutkannya. Ia meminta untuk media ini langsung mengkonfirmasi ke Kasat Reskrim Polres Belu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan